1. Pengertian

Pengertian khitan menurut bahasa artinya memotong sebagian benda yang khusus dari anggota badan yang khusus pula.

Adapun secara terminologi artinya memotong kulit (quluf) yang menutupi ujung kemaluan dengan   tujuan agar bersih dari najis, tidak menyimpan kotoran dan mudah dibersihkan setelah buang air kecil.

2. Hukum Khitan

Para ulama berbeda  pendapat  tentang hukum khitan.

Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad BinHanbal berpendapat bahwa hukum khitan bagi laki-laki adalah wajib. Mereka menyandarkan pendapatnya pada argumen :

  • Nabi Muhammad saw diperintahkan mengikuti syari’at Nabi Ibrahim as, dan salah satu syari’at Nabi Ibrahim adalah berkhitan (q.s. An-Nahl : 123)
  • Sekiranya khitan tidak wajib, mengapa orang yang dikhitan membuka aurat yang diharamkan melihatnya.
  • Orang yang tidak dikhitan, bisa membatalkan wudhu dan shalatnya karena ada sisa air kencing
  • Seandainya tidak wajib, niscaya haram hukumnya memotong sebagian anggota badan
  • Memotong anggota badan akan berakibat sakit, kemungkinan dibolehkannya hanya tiga : demi kemaslahatan, karena qishas, atau karena kewajiban
  • Khitan adalah salah satu bentuk syi’ar Islam untuk membedakan antara muslim dan non-muslim.                                     Adapun Imam Abu hanifah berpendapat bahwa khitan itu hukumnya sunnah dengan dalil sebagai berikut :
  • Hadits Nabi yang menyatakan bahwa :”Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan mukarromah bagi perempuan” (H.R. Baihaqi)
  • Hadits Nabi yang berbunyi : “Lima macam yang termasuk fitrah : berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis” (H.R. Ibn Majah)
  • Tidak semua syi’ar Islam bersifat wajib

3. Waktu Pelaksanaannya

Para Fuqaha mengatakan bahwa dari segi waktu pelaksanaannya, khitan itu terbagi menjadi tiga :

  • WAJIB, yaitu tatkala seorang laki-laki muslim yang sudah baligh, berakal sehat, dan berfifik sehat, karena dia sudah terkena TAKLIF
  • SUNNAH, yaitu apabila seorang anak laki-laki muslim yang belum aqil baligh, yaitu antara usia 9 sampai 10 tahun
  • MAKRUH, yaitu apabila anak masih berusia kurang dari tujuh hari

4. Nilai Pendidikan

banyak sekali nilai yang terkandung dalam khitan, diantaranya :

  • Nilai Keimanan karena :

– Asal syari’at khitan adalah menyempurnakan agama

– Ittiba’ rasul serta pelestari syaria’at Nabi Ibrahim

– Sebagai salah satu wasilah taqarrub kepada Allah swt

  • Nilai Kesehatan karena:

– Kemaluan menjadi lebih bersih dan mudah dibersihkan

– Mencegah penumpukan spegma, yaitu cairan yang lengket berwarna putih yang sering berbau tidak sedap akibat lemak  dan sisa urine

– Meminimalkan penyebaran HIV

– Mencegah timbulnya penyakit kanker serviks

  • Nilai Ibadah karena sebagai sebuah kesempurnaan ibadah

Allahu a’lam bish shawab.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s