Setiap muslim wajib meyakini bahwa ia hidup tidak hanya sekedar hidup, akan tetapi ia hidup untuk Yang Maha Hidup. Oleh karena dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap muslim wajib menyadari perannya sebagai seorang muslim dalam kehidupan dunia ini. Paling tidak ada 4 peran muslim dalam kehidupan dunia ini :

1. Sebagai Hamba Allah swt

Setiap muslim dilahirkan ke dunia ini mempunyai peran yang pertama dan paling utama yaitu sebagai hamba Allah swt. Apabila kesadaran ini telah dimiliki oleh setiap muslim, maka ia akan memahami betul firman Allah swt yang tercantum dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya : ” Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” .

Oleh karena itu, seluruh kehidupan seorang muslim harus mempunyai nilai ibadah, mulai dari aktifitas bangun tidur sampai ia tidur kembali. Pada umumnya ketika berbicara tentang ibadah, maka yang ada dalam pikiran kita adalah aktifitas yang tidak keluar dari ritual shalat, zakat, shaum, tilawah quran, haji dan aktifitas-aktifitas lainnya yang termasuk dalam kategori ibadah mahdhah semata, padahal di dalam agama islam, ibadah terbagi manjadi dua, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah gairu mahdhah. Apabila ketika bangun tidur kita membaca do’a, maka itu termasuk aktifitas ibadah, apabila sebelum makan kita membaca do’a, maka kegiatan makan kita termasuk aktifitas ibadah. Sesungguhnya bila kita menyadari hal tersebut, maka sungguh dahsyat kehidupan kita ini karena ia dimulai dengan ibadah dan diakhiri juga dengan ibadah kepada Allah swt.

2. Sebagai anak dari kedua orang tua

Setiap manusia yang lahir ke dunia tentunya dengan wasilah adanya kedua orang tua,karena sampai sekarang ini belum ada orang yang terlahir dari batu. Walaupun kita sudah menjadi orang tua, namun tetap saja kita adalah anak dari kedua orang tua kita. Dalam Al-Quran, Allah swt banyak sekali ayat yang memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain) . Di antaranya terdapat dalam surat Luqman: 13 Allah swt berfirman yang artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya…”.

    Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, kita yang telah berperan sebagai orang tua, seringkali kita lebih banyak memberikan kasih sayang kita terhadap anak-anak kita daripada kepada orang tua kita. Ketika anak kita saki misalnya, kita sangat merasa khawatir dan senantiasa berdo’a :“ya Allah, daripada anak saya yang sakit, lebih baik saya saja yang dan biarkan anak saya sehat”. akan tetapi ketika orang tua kita sakit, maka yang kita ucapkan adalah :“ya Allah, apabila Engkau akan mencabut nyawa orang tuaku, maka cabutlah sekarang, kami sudah ridha”.  Sungguh ironis …

3. Sebagai Da’i kepada jalan Allah swt

Setiap kita adalah da’i. Penyeru kepada jalan Allah swt, minimal untuk diri sendiri. Karena sesungguhnya tidak mudah untuk mengajak diri kita ke jalan Allah swt, apalagi mengajak orang lain. Dalam kehidupan masyarakat kita, sebagian besar berkeyakinan bahwa yang namanya aktivitas dakwah itu hanya kewajiban para ulama, ustadz, kiayi, dan mereka yang dekat dengan agama. Allah swt memerintahkan kita untuk berdakwah dengan perkataan maupun perbuatan (teladan) yang baik melalui firman-Nya dalam surat An-nahl ayat 125 :“Serulah (manusia) kepada jalanTuhanmu dengan hikmah  dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah  dengan mereka dengan cara yang baik”.

4. Sebagai anggota masyarakat

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan pernah bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. sampai sekarang, belum ada kisah orang yang meninggal kemudian pergi ke kuburan sendiri, tentu ia membutuhkan orang lain untuk menggotongnya, seberapa hebatpun ia ketika hidup, bahkan hanya untuk sekedar tertawa dan berbicara saja manusia membutuhkan orang lain. oleh karena itu, maka dalam hidup bermasyarakat, seorang muslim harus pandai menempatkan dirinya di tengah-tengah masyarakat supaya mereka bisa menjadi cerminan bagi ajaran Islam yang indah, karena betapa banyak orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi kehidupannya sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s