Dalam Al-Quran Surat Al-Ankabut ayat 2 dan 3 Allah swt berfirman :

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”.
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah swt akan senantiasa menguji kita sebagai orang yang menyatakan keimanan dengan berbagai macam ujian. Ujian Allah swt ada banyak bentuknya, namun paling tidak ada 5 macam ujian yang pernah dialami para Nabi dan orang-orang beriman yang telah mendahului kita. Berikut ini penjelasan singkat tentang macam-macam ujian Allah swt tersebut.
Pertama, Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan. Perintah Allah swt merupakan ujian bagi setiap orang mukmin untuk mengetahui apakah ia mampu melaksanakan perintah tersebut yang artinya keimanannya teruji ataukah ia tidak mau menlaksanakan perintah tersebut yang artinya ia belum lulus dalam ujian keimanannya.
Salah satu contoh perintah yang merupakan ujian ini adalah perintah yang diterima oleh Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putranya tercinta Nabi Ismail as. Secara logika manusia awam, perintah tersebut tentu sangat tidak masuk akal, bagaimana mungkin seorang ayah diperintahkan untuk menyembelih putranya yang tidak melakukan dosa apapun.
Kedua, Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan. Larangan juga merupakan ujian bagi setiap orang mukmin untuk mengetahui apakah mereka mampu meninggalkannya atau tidak. Salah satu contoh ujian bentuk ini adalah apa yang dialami Nabi Yusuf as ketika beliau digoda oleh seorang perempuan yang cantik dan merupakan isteri seorang pembesar negara Mesir. Namun Nabi as berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita.
Ketiga
, Ujian yang berbentuk musibah. Seperti terkena penyakit, kehilangan harta, ditinggalkan keluarga dan lain-lain. Sebagai contoh, Nabiyullah Ayyub as yang diuji oleh Allah swt dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya, seluruh harta bendanya habis, keluarganya pun meningga;kannya.
Keempat, Ujian yang berbentuk ni’mat Allah swt. Ni’mat yang berbentuk harta yang melimpah, kekuasaan yang sangat besar dll. Ujian seperti ini telah dialami oleh Nabi Sulaiman as, dimana beliau diuji oleh harta yang sangat banyak, kerajaan yang begitu luas, bahkan tentaranya pun terdiri dari manusia, hewan dan jin. Namun segalanya itu tidak membuat ia lupa kepada Allah swt.
Kelima, Ujian lewat orang-orang kafir. Apa yang dialami oleh Nabi Kita Muhammad saw ketika masih di Mekkah kiranya cukup bagi kita untuk menjadi pelajaran betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa.
Kiranya cobaan-cobaan yang kita alami saat ini belum seberapa bila dibandingkan apa yang menimpa para pendahulu kita.
Mudah-mudahan kita senantiasa bisa lulus dalam ujian-ujian yang diberikan Allah swt kepada kita semua. Amien..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s