Allah swt berfirman dalam surat Muhammad:19 :

فاعلم انه لااله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”.

Mengomentari firman Allah swt ini, Imam bukhari berkata : العلم قبل القول والعمل

(kuasai) Ilmu dulu sebelum berbicara dan berbuat

Sementara dalam kitab Ta’liimul Muta’allim terdapat syair yang dinisbatkan kepada Ali bin ABi Thalib r.a, yaitu :

ألا لا تنال العلم إلا بستة # سأنبيك عن مجموعها ببيان

ذكاء وحرص واصطبار وبلغة # وإرشاد أستاذ وطول زمان

“Ingatlah! engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali setelah memenuhi enam syarat.

Aku akan beritahukan keseluruhannya secara terperinci

Yaitu : Kecerdasan, semangat, sabar, biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama”.

Sahabat guru….

Wahyu pertama yang turun kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw adalah kalimat Iqra yang artinya perintah untuk membaca baik yang tersurat maupun yang tersirat, sedangkan wahyu yang kedua adalah surat Al-Qalam (pena), yang menyiratkan kepada tentang tulisan.

Apabila kita tarik garis kesimpulan antara wahyu yang pertama dan wahyu yang kedua, maka akan kita dapati dua modal utama untuk belajar yaitu membaca dan menulis. Dan apabila kita tarik sejarah lebih jauh lagi ke masa Nabi Adam as,  dimana setelah menciptakannya, Allah swt mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam as kemudian Allah swt memintanya untuk menyebutkan kembali nama-nama tersebut.

Dalam kisah tersebut pula kita dapat mengambil pelajaran tentang dua modal belajar yang tak kalah pentingnya yaitu mendengarkan dan mengucapkan.

Dari ayat di atas (Q.S Muhammad:19) dan syair yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib di atas, bisa kita betapa agama Islam begitu memperhatikan masalah pendidikan dan menuntut ilmu.

Dalam dua bait di atas, untuk mendapatkan ilmu, ada 6 syarat yang harus dipenuhi :

1. Dzaka (Kecerdasan)

Kecerdasan ada dua macam, yaitu : kecerdasan pemberian dari Allah swt (minhah) dan kecerdasan muktasab, yang bisa dikembangkan dan diupayakan.

untuk mengembangkan dan mengasah kecerdasan muktasab ini banyak hal harus kita lakukan, diantaranya :

– Rajin membaca buku. Semakin sering dan rajin kita membaca buku, maka otak kita akan semakin tajam dan wawasan kita juga akan semakin luas. satu lagi, membaca menghindarkan kita dari kepikunan

– Rajin menuliskan apa yang kita baca, dengar dan saksikan. Membaca bagaikan memburu ilmu, sedangkan menuliskannya adalah bagaikan mengikat hasil buruan tersebut agar tidak lepas lagi.

– Rajin mengikuti dan melakukan diskusi ilmiah. Bertukar fikiran akan semakin membuka wawasan kita dari segi keilmuan murni maupun wawasan tentang sosiologi, karena dengan sering berdiskusi dengan banyak orang, kita akan belajar memahami watak setiap individu

– Ajarkanlah ilmu yang sudah kita kuasai. Tunaikanlah zakat ilmu kita, karena dengan zakat ilmu tersebut, ilmu kita akan bersih (thahir) dan semakin berkembang dengan lebih baik (tazkiyah).

2. Hirsh (semangat)

Orang yang tidak mempunyai semangat untuk melakukan dan mendapatkan sesuatu tidak akan pernah melakukan atau mendapatkan sesuatu tersebut

3. Ishtibar (penuh kesabaran)

Akan ada banyak cobaan dan godaan selama thalabul ‘ilmi, maka seorang thalibul ‘ilmi wajib mempunyai kesabaran yang banyak jika ia ingin berhasil

4. Bulghah (biaya,ongkos)

Minimal ongkos yang dibutuhkan oleh penuntut ilmu itu selama ia menuntut ilmu

5. Irsyadu Ustadz (bimbingan guru)

Belajar ilmu memerlukan guru, baik guru secara langsung untuk talaqi, maupun yang kita bisa belajar darinya lewat karya-karya tulisnya

6. Thulu Zaman (waktu yang panjang)

Belajar sepanjang hayat. artinya batas waktu terakhir belajar kita adalah ketika ajal sudah menjemput kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s