Perang Badar dikenal juga dengan sebutan Al-Furqan, karena dengan perang ini jelaslah siapa pendukung Al-Haq dan siapa pendukung Al-Bathil. Hari terjadiya peperangan ini juga disebut yauma iltaqal jam’an (Q.S Al-Anfaal:41), hari bertemunya dua kekuatan-kekuatan syirik dan kekuatan tauhid, kekuatan iman dan kekuatan kufur, kekuatan hizbullah dan kekuatan hizbusy-syaithan-.

Perang Badar bukanlah kehendak kaum Muslimin, bahkan banyak di antara mereka yang pada awalnya merasa tidak siap sebagaimana digambarkan dalam firman Allah swt surat Al-Anfal ayat 5-6. Pada awalnya pasukan Islam hanya menginginkan sebatas menghadang kafilah dagang Quraisy yang hanya dilindungi oleh sekitar 40 orang pasukan saja, namun, kehendak Allah swt berbeda dengan keinginan kaum muslimin. yang dikehendaki Allah swt adalah agar yang haq itu menjadi nyata dan yang bathil menjadi jelas kebatilannya.

Pada pihak yang berlawanan, keinginan Abu Sufyan, pemimpin kafilah dagang Quraisy, bukanlah terjadi peperangan, melainkan hanya menginginkan agar dagangannya selamat sampai di Mekkah.

Namun Abu Jahal mempunyai keinginan lain, ia dengan arogan, takabur dan riya mengatakan:“Demi Allah! kita tidak akan kembali sebelum sampai di Badar. Kita akan tinggal di sana selama tiga hari, menyembelih unta, meneggak khamr, dan menikmati nyanyian biduanita. Akhirnya, seluruh orang Arab mengetahui perjalanan dan perkumpulan kita, sehingga mereka senantiasa takut kepada kita”. (Ibnu Hisyam)

Singkat cerita, berhadapanlah dua kekuatan itu di Badar. Dengan kehendak dan takdir Allah swt, sleuruh personel kaum Muslimin telah siap menghadapi apa yang akan terjadi besok.

Pada malam menjelang pertempuran, Rasulullah saw memohon kepada Allah swt dengan sebuah permohonan yang penuh kepasrahan, ketundukan, dan kekhusyuan. Beliau terus memanjatkan do’a sampai-sampai selendang beliau terjatuh dari pundaknya. bahkan Abu Bakar sampai berkata :“Cukup wahai Rasulullah, cukup wahai Rasulullah”. Dalam do’anya itu beliau serahkan kelangsungan ummat yang menghamba Allah swt ini kepada-Nya, beliau berdo’a :“jika sekelompok ummat ini binasa, Engkau (ya Allah) tidak akan disembah lagi di muka bumi”.

Di kelompok yang berseberangan, ABu Jahal pun memanjatkan do’a kepada ALlah swt. seraya berkata :” Ya Allah! Dia (maksudnya Nabi Muhammad saw) telah menyebabkan hubungan persaudaraan antarsesama kami terputus, dia telah datang kepada kami dengan sesuatu yang tidak kami kenal, karenanya, hancurkanlah dia esok hari!”.

Inilah salah satu sisi dari perang Badar, di mana pada malam menjelang pertempuran yang furqan itu telah tejadi peperangan yang lain, yaitu perang do’a.

Satu sisi do’a dipanjatkan oleh seorang yang tidak pernah berdusta, seorang yang berpredikat Al-Amin, seorang yang ‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum harishun ‘alaikum bil mu’miniina rauufur-rahim, seorang yang disifati oleh Allah swt sebagai ‘ala khuluqin ‘azhim yakni Rasulullah saw.

Pada sisi lain, ada do’a yang dipanjatkan oleh seorang yang menghabiskan seluruh potensinya untuk menghambat dan menghalangi dakwah di jalan Allah swt, yakni Abu Jahal.

Malam itu telah terjadi perang do’a antara sifat tawadhu’, khusyu’, tawakkal, serta tadarruj menghadapi sifat takabbur, riya, congkak, arogan, dan bercita-cita kotor.

Al-Quran dan sejarah mencatat dan mengabadikan bahwa Allah swt memihak kepada Rasulullah saw dengan dengan berbagai sifat mulianya dan menghancurkan Abu Jahal dengan segala sifatnya.

Adanya pengabadian dalam Al-Quran tentunya menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, ibrah yang tersurat maupun yang tersirat padanya tidaklah berhenti sebatas peristiwa sejarah, tetapi pasti dan sudah tentu akan senantiasa terulang dan terulang sampai hari kiamat.

Akan senantiasa terjadi peperangan antara yang haq dan yang bathil, antara hizbullah dengan hizbusy syaithon. Dan kita yakin bahwa yang haq akan senantiasa menang atas yang bathil, hizbullah akan senantiasa mengungguli hizbusy syaithon. pertanyaannya bagi kita “adakah kita termasuk ke dalam hizbullah dengan segala ciri-cirinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s