Sebagai guru, sering kali kita menerapkan metode pembelajaran berdasarkan apa yang kita alami ketika kita sedang berada di bangku SD, SMP atau SMA. Sering kali kita memperlakukan siswa kita sebagaimana guru kita dulu memperlakukan kita. dengan pola seperti itu kita berharap bahwa apa yang kita sampaikan kepada siswa akan dapat diterima dengan baik oleh siswa dan tujuan pendidikan maupun pengajaran akan tercapai. Akan tetapi pada kenyataannya, walaupun kita sudah berusaha keras untuk menerapkan apa yang pernah kita alami dari guru kita, hanya sedikit sekali efektifitasnya dalam menunjang proses pembelajaran. Hal ini bukan berarti bahwa apa yang diterapkan oleh guru kita kepada kita itu salah, ataupun guruĀ  kita tidak faham cara mengelola proses pembelajaran, karena ternyata yang keliru adalah penggunaan cara tersebut yang sudah tidak cocok lagi untuk diterapkan kepada anak-anak yang hidup pada zaman sekarang.

Berikut ini 10 kekeliruan yang sering terjadi dalam proses pembelajaran karena kita menganggapnya sebuah sebuah kebenaran.

Kekeliruan 1

Siswa belajar dengan sangat baik jika duduk tegak di belakang meja atau bangku

Penelitian membuktikan bahwa banyak manusia malahan menghasilkan kinerja lebih baik dalam lingkungan yang informal. Dengan menyuruh siswa duduk tegak di kursi, sama sekali tidak menjadikan mereka lebih tanggap terhadap pembelajaran

Kekeliruan 2

Siswa belajar dalam kondisi terbaik di dalam ruangan dengan pencahayaan terang, mata mereka akan rusak jika membaca dan bekerja dalam penerangan yang redup.

Penelitian menunjukan bahwa banyak siswa menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik dalam ruangan yang berpenerangan redup; sinar terang malah membuat mereka gelisah, cemas, dan hiperaktif. Sebaliknya, penerangan redup akan menenangkan dan dan membantu mereka merasa santai dan dapat berfikir dengan jelas. Semakin kecil anak, semakin dia membutuhkan penerangan yang lebih redup! mereka hany butuh sekedar penerangan untuk membaca, ketika mereka merasa nyaman di dalamnya, tetapi kebutuhan penerangan akan meningkat setiap lima tahun.

Kekeliruan 3

Siswa belajar lebih banyak dan menghasilkan lebih baik dalam lingkungan yang sama sekali sunyi

Temuan-temuan dalam penelitian menunjukan bahwa banyak orang dewasa mampu berpikir dan mengingat dengan sangat baik ketika belajar dengan diiringi musik; juga banyak anak sekolah dasar dapat membaca lebih baik dengan adanya suara, bahkan suara bising; selain itu, sejumlah besar siswa remaja, terutama remaja putra dan mereka yang berprestasi rendah, dapat belajar jauh lebih baik dengan adanya musik sebagai latar belakangnya. Ketika siswa yang membutuhkan suara harus belajar dalam lingkungan yang sunyi, mereka dengan cepat akan kehilangan konsentrasi dan membuat suara sendiri, seperti mengetuk-ngetukkan jari, meminkan pensil, bersenandung, dan mengetuk-ngetukkan kaki.

Kekeliruan 4

Siswa mempelajari subjek-subjek sulit dengan sangat baik pada awal pagi ketika mereka dalam kondisi paling waspada

Hal ini hanya berlaku bagi mereka yang kita sebut “burung pagi”, tetapi bagaimana dengan populasi siswa “burung hantu” dan “pembelajar sore”?. Penelitian membuktikan bahwa ketika siswa dibiarkan mempelajari konsep yang sulit pada waktu-waktu tertentu yang mereka sukai, maka perilaku, motivasi, dan prestasi mereka membaik. Hal yang sama juga berlaku untuk hasil tes

Kekeliruan 5

Siswa yang tidak bisa duduk diam berarti tidak siap belajar

Banyak siswa yang memerlukan bergerak ketika belajar. Kebanyakan siswa yang terlibat secara aktif cenderung mampu belajar lebih banyak, lebih memerhatikan, dan mencapai nilai tes yang lebih tinggi ketimbang hanya duduk dan mendengarkan

Kekeliruan 6

Tidak boleh makan di kelas pada saat pelajaran berlangsung

Banyak siswa yang bisa berkonsentrasi lebih baik apabila mereka memakan atau menggigit sesuatu, mengunyah atau minum saat belajar; dan banyak guru seharusnya sudah memerhatikan bahwa sejumlah siswa terlihat mengunyah apapun yang bisa didapat saat pelajaran berlangsung, terutama ketika mereka harus mendengarkan, merasa bosan, atau gugup. Tampaknya, stimulasi mulut bisa membantu mereka berkonsentrasi; dan karena otak mengalami dehidrasi selama terjadinya proses berpikir, penting bagi siswa untuk dibolehkan minum apabila perlu.

Kekeliruan 7

Pengajaran yang efektif memerlukan tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan jelas, diikuti dengan penjelasan langkah demi langkah ynag terperinci dan berurutan, sampai siswa benar-benar mengerti apa yang diajarkan

Sementara pelajar holistis yang dominan otak kanan cenderung meraih konsep besarnya terlebih dahulu baru kemudian berurusan dengan fakta-fakta dan detail-detail yang terkait, pelajar yang dominan otak kiri dan analitis memerhatikan fakta-fakta dahulu lalu menggunakannya untuk membangun seluruh konsepnya. Setiap guru harus memasukan elemen-elemen kedua gaya tersebut dalam metode pengajaran

Kekeliruan 8

Instruksi yang ditujukan kepada seluruh kelompok adalah cara terbaik dalam mengajar

Sebagian siswa bekerja dengan baik dalam tim atau kelompok, tetapi banyak yang lebih suka berpasangan, sementara yang lainnya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik dengan adanya siswa lain di sekeliling mereka. Cara terbaik dalam mengajar adalah dengan memberi ruang untuk dilakukan variasi terhadap preferensi sosial para siswa di kelas

Kekeliruan 9

Umumnya siswa yang lebih besar lebih mudah beradaptasi dengan gaya mengajar guru

Siswa yang lebih besar membtuhkan lebih sedikit pengawasan dan lebih sedikit struktur, tetapi mereka belajar dengan cara yang saling berbeda, dan tetap saja memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.

Kekeliruan 10

Masalah ketidakhadiran berkaitan dengan perilaku buruk, masalah di rumah, kurangnya motivasi, dan faktor-faktor lain yang tidak ada hubungannya dengan gaya belajar yang dipilih

Beberapa studi mengenai bolos sekolah mengungkapkan bahwa preferensi gaya belajar dan preferensi waktu mempengaruhi ketidakhadiran siswa di kelas.

(Di rangkum dari buku The Power of Learning Styles Karya Barbara Prashnig)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s