Pada tulisan sebelumnya saya sudah menuliskan 10 prinsip kepemimpinan. pada kesempatan kali ini saya akan coba mengupas apa saja penyebab tam kegagalan dalam memimpin. Menurut Richard Denny, ada dua belas penyebab utama kegagalan dalan memimpin yaitu :

1. Ketidakmampuan mengorganisir sampai hal terkecil

Ketika seorang pemimpin mengakui baik di depan umum maupun kepada dirinya sendiri bahwa ia terlalu sibuk untuk memberikan lebih banyak perhatian kepada berbagai aspek pekerjaannya, itu berarti bahwa ia mengakui ketidakmampuannya untuk melaksanakan pekerjaannya secara efektif

2. Keengganan melakukan pekerjaan yang seharusnya dilimpahkan kepada orang lain

3. Harapan untuk dibayar berdasarkan yang diketahui, bukan berdasarkan yang dilakukan

Dunia tidak membayar orang untuk apa yang mereka ketahui, tetapi membayar untuk apa yang mereka lakukan.

4. Takut bersaing dengan orang lain

Apapun yang kita takutkan niscaya terjadi. Pemimpin yang cemas bahwa salah satu bawahannya kelak mengambil posisinya hampir pasti menyadari ketakutan itu cepat atau lambat

5. Kelangkaan pemikiran yang kreatif

Pemimpin yang tidak memiliki kemampuan untuk melihat atau memahami akan kehilangan banyak peluang dan tidak akan membuahkan inspirasi bagi bawahannya

6. Sindrom ke-aku-an

Manajer yang mengklaim semua penghormatan yang ditujukan bagi keberhasilan timnya pasti akan ditolak

7. Terlalu mengumbar diri

Sikap terlalu mengumbar diri tidak hanya akan menghancurkan daya tahan dan vitalitas seorang pemimpin, tetapi juga akan menyebabkan hilangnya rasa hormat dari seluruh anggota tim

8. Ketidaksetiaan

Pemimpin yang tidak setia kepada rekan-rekan sejawatnya, baik yang berada di atasnya maupun yang di bawahnya, tidak akan mampu mempertahankan kepemimpinannya untuk jangka waktu yang lama.

Kesetiaan sama seperti rasa hormat- ia diberikan dan tidak pernah dapat diminta

9. Menekankan ‘otoritas kepemimpinan’

Pemimpin yang menerapkan ketakutan sebagai alat untuk memotivasi memang akan menikmati efektivitasnya ketika pertama kali dan kemungkinan kedua kalinya menerapkan itu. Tetapi kekuatannya kemudian melemah, lalu hanya soal waktu saja sampai otoritas seperti itu hancur

10. Menekankan jabatan

11. Kurang memahami akibat yang merusak yang ditimbulkan oleh lingkungan yang negatif

Sama sekali tidaklah mungkin menjadi pemimpin yang besar yang mampu memotivasi tanpa pemahaman mendalam mengenai kerugian besar yang dapat ditimbulkan oleh lingkungan yang negatif

12. Ketiadaan akal sehat (tidak realistis)

Seorang pemimpin yang mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja padahal kenyataan dilapangan sebaliknya, maka ia tinggal menunggu kapan ia akan digantikan.

 

One response »

  1. adminahmad mengatakan:

    terimakasih atas nasehatnya, semoga dapat menjadi pelajaran bagi saya, dan semoga dakwah kita tak akan berhenti apapun yang terjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s