Pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemebri informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Ada dua pihak yang harus bekerja sama apabila proses pembelajaran ingin berhasil. Apabila kerja sama ini tidak berjalan mulus, proses belajar yang dijalankan gagal dalam arti indikator hasil belajar yang sudah ditetapkan dalam silabus tidak berhasil diraih oleh siswa.

Sebagai guru-dalam proses belajar mengajar-, sering kali kita egois sendiri. Kita asyik mengajar tanpa perduli apakah siswa kita ikut belajar saat kita mengajar ataukah mereka asyik dengan dunia mereka sendiri dan tidak pernah menganggap keberadaan kita.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa kita coba terapkan supaya siswa ikut belajar saat kita mengajar yang saya kutip dari buku Sekolahnya Manusia karya Munif Chatib.

Langkah 1

Strategi pembelajaran yang baik adalah batasi waktu guru dalam melakukan presentasi (30%), limpahkan waktu terbanyak (70%) untuk aktivitas siswa. Dengan aktivitas tersebut siswa akan belajar.

Proses transfer pengetahuan dalampembelajaran akan berhasil ketika waktu terlama difokuskan pada kondisi siswa beraktivitas, bukan pada kondisi guru mengajar. Keberhasilan pembelajaran juga lebih cepat terwujud apabila proses transfer dilakukan dengan suasana menyenangkan.

Langkah 2

Gunakan modalitas belajar yang tertinggi, yaitu dengan modalitas kinestetis dan visual dengan akses informasi melihat, mengucapkan, dan melakukan

Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak melalui indera yang kita miliki. Terdapat tiga macam modalitas :

a. Visual : Modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, grafik, peta pikiran, dll

b. Auditorial : Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, cerita, syair dll.

c. Kinetetik : Modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktivitas tubuh, emosi, koordinasi dll.

Menurut penelitian Dr. Venon Magnesen dari Texas University, otak manusia lebih cepat menangkap informasi yang berasal dari modalitas visual yang bergerak.

Langkah 3

Mengaitkan materi yang diajarkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung keselamatan hidup

Setiap pengalaman yang menyangkut keselamatan hidup akan lebih diingat karena pengalaman tersebut mempunyai muatan emosi yang kuat.

Langkah 4

Menyampaikan materi kepada siswa dengan melibatkan emosinya. Hindarkan pemberian materi secara hambar dan membosankan

Perhatikan intonasi suara saat berbicara, juga mimik muka saat kita berekspresi. sering-seringlah memancing siswa untuk mengekspresikan emosi mereka, baik itu sedih, gembira, marah dan lain sebagainya

Langkah 5

Melibatkan partisipasi siswa untuk menghasilkan manfa’at yang nyata dan dapat langsung dirasakan oleh orang lain. Siswa merasa mempunyai kemampuan untuk menunjukan eksistensi dirinya

banyak sekali contoh hasil karya yang dapat ditampilkan dan mempunyai manfa’at langsung, misalnya : majalah sekolah, buku harian sekolah dalam bahasa asing, buku profil teman atau guru, fotografi, rekaman video even-event sekolah, koleksi, patung, buku tempel (scrapbook), lukisan, busana, novel, sajak, puisi dll.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk membuat siswa belajar bersama kita dan menikmati proses pembelajaran yang berlangsung. mudah-mudahan bermanfa’at……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s