Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini, pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentan Guru mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025/0/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya menerangkan bahwa bagi Guru Pembina sampai dengan Guru Utama untuk naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan angka kredit dari pengembangan profesi sekurang-kurangya 12 angka kredit, di samping angka kredit proses belajar mengajar atau bimbingan.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang tersebut, guru profesional dituntut tidak hanya melaksnakan pembelajaran, tetapi juga harus mengembangkan profesinya. Setiap guru dituntut untuk senantiasa kreatif.

Guru kreatif selalu berfikir dan mencari strategi pembelajarannya yang lebih baik, dan senantiasa memperbaiki dirinya dengan berbagai penelitian tindakan. Mencoba mencari metode-metode baru dalam pembelajaran sehingga hasilnya sangat bermanfaat bukan saja untuk siswa yang diajarnya, tetapi juga untuk guru lainnya.

Untuk menjadi guru kreatif dalam membuat karya tulis ilmiah diperlukan sebuah perencanaan pembelajaran yang matang, tindakan pembelajaran yang menantang, proses pengamatan yang cemerlang, dan refleksi diri dengan teman sejawat bahwa pembelajaran telah membuahkan keberhasilan. Semua kegiatan itu dicatat prosesnya, dan terangkum dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang membuat guru akhirnya mampu membuat sebuah karya tulis ilmiah.

Kebutuhan guru akan PTK akhir-akhir ini sudah tidak bisa terelakkan lagi. Setiap guru dituntut untuk memahami apa itu PTK dan bisa melaksanakannya demi perbaikan kualitas pembelajaran di dalam kelas sehingga mencapai hasil yang optimal.

PTK sendiri dilakukan bertitik tolak dari permasalahan yang ditemukan guru di lapangan sehingga perlu adanya usaha untuk memperbaikinya.

Hakikat PTK

1. Menurut Carr dan Kemmis (1986) PTK adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri (self reflective) yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran : a. praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri; b. pengertian mengenai praktik-praktik tersebut; c. situasi-situasi di mana praktik-praktik tersebut dilaksanakan.

2. Menurut McNiff (1992) bahwa hakikat PTK adalah bentuk penelitian reflektif yang dilkukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan keahlian mengajar.

Nama Lain PTK

PTK dikenal juga dengan nama-nama :

a. Participatory Research

b. Collaborative Research

c. Emansipatory Research

d. Action Learning

e. Contextual Action Learning

Definisi Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan, , dan (3) mereflesikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagi guru, sehingga hasil belajar siswa meningkat.

Prinsip Dasar PTK

Prinsip dasar PTK adalah :

1. Berkelanjutan. PTK merupakan upaya yang berkelanjutan secara siklutis.

2. Integral. PTK merupkan bagian integral dari konteks yang diteliti.

3. Ilmiah. diagnosis masalah berdasar pada kejadian nyata.

4. Motivasi dari dalam. Motivasi untuk memperbaiki kualitas harus tumbuh dari   dalam.

5. Lingkup. Masalh tidak dibatasi pada masalah pembelajaran di dalam dan luar ruangan kelas.

Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

1. Manfaat Umum PTK :

Manfaat PTK bagi guru banyak sekali, dinataranya :

a. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran;

b. Meningkatkan profesionalitas guru;

c. Meningkatkan rasa percaya diri guru;

d. Memungkinkan guru secara aktif menegmbangkan pengetahuan dan keterampilannya.

2. manfaat Khusus PTK:

a. Menumbuhkan Kebiasaan Menulis

b. Menumbuhkan budaya Meneliti

c. Menggali ide baru

d. Melatih Pemikiran Ilmiah

e. Mengembangkan keterampilan

f. Meningkatkan kualitas pembelajaran kelas.

Model-Model PTK

Di bawah ini beberapa model PTK diantaranya :

1) Model Kurt Lewin

2) Model Kemmis McTaggart

3) Model Dave Ebbut

4) Model John Elliot

5) Model Hopkins

6) Model McKernan dll

berikut ini penjelasan singkat masing-masing metode di atas :

1) Model Kurt Lewin

Konsep pokok penelitian tindakan model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu a) perencanaan (planning), b) tindakan (acting), c) pengamatan (observing), dan d) refleksi (reflecting).

2) Model Kemmis dan McTaggar

Model Kemmis dan McTaggar merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, hanya saja komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu ksatuan.

3) Model John Elliot

PTK model John Elliot menunjukan bahwa dalam satu tindakan (acting) terdiri dari beberapa step atau langkah tindakan, yaitu langkah tindakan 1, langkah tindakan 2, dan langkah tindakan 3. Adanya langkah-langkah untuk setiap tindakan ini dengan dasar pemikiran bahwa di dalam mata pelajaran terdiri dari beberapa pokok bahasan, dan setiap pokok bahasan terdiri dari beberapa materi, yang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali tindakan.

4) Model Hopkins

berpijak pada desin-desain model PTK para ahli pendahulunya, Hopkins (1993:191) menyusun desain tersendiri sebagai berikut : Ambil start, audit, perencanaan konstruksi, perencanaan tindakan target, tugas, kriteria keberhasilan, implementasi, evaluasi, menopang komitmen, cek kemajuan, mengatasi problem, cek hasil, pengambilan stok, pelaporan

5) Model Mc Kernan

Menuerut Mc Kernan ada tujuh langkah yang harus dicermati dalam PTK, yaitu :

a) analisis situasi

b) perumusan dan klarifikasi permasalahan

c) hipotesis tindakan

d) perencanaan tindakan

e) penerapan tindakan dengan monitoringnya

f) evaluasi hasil tindakan

g) refleksi dan pengambilan keputusan untuk pengembangan selanjutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s